Senin, 12 September 2011

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PARA SARJANA

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK PARA SARJANA  PENGANGGURAN , MAHASISWA DAN PELAJAR (KAUM TERDIDIK)


Hello calonpengusaha, artikel kali ini tentang pelatihan kewirausahaan para sarjana. Jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai 0,18 % dari total penduduk. Idealnya setidaknya harus ada minimum 2 % penduduk negeri ini adalah pengusaha. Data lain di BPS menyebutkan bahwa para sarjana (alumni perguruan tinggi) di Indonesia ternyata yang menjadi pengusaha hanya 5,8 % sedang yang menjadi employ (karyawan) sebesar 83,1 %. Sedang yang tidak  tamat SD saja mencapai angka lebih dari 22 % yang menjadi pengusaha mandiri. Artinya semakin tinggi sekolahnya maka semakin Anda hanya akan menjadi tidak mandiri karena selalu mencari pekerjaan dengan orang lain. Itulah hasil pendidikan nasional kita. Para sarjana tidak menjadi pengusaha karena pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi khususnya belum optimal penerapannya.

Jumat, 12 Agustus 2011

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BURUH MIGRANT

PELATIHAN KEWIRAUSA UNTUK PARA MANTAN BURUH MIGRANT (TKI)

Artikel kali ini mengenai tema pelatihan kami lainnya yakni: Pelatihan kewirausahaan buruh migrant. Apa yang dilakukan para calon buruh migrant ketika mau ke Luar Negeri? Cari kerja untukn gumpulin modal. Pada kenyataannya apakah hasil mereka ngumpul? Seberapa banyak hasrat para buruh migrant itu terwujud bahwa setelah selesai kerja kontrak di luar negeri mereka membangun usaha atau bisnisnya? Hanya sedikit yang seperti itu. Mengapa?

Program pelatihan kewirausahaan para calon buruh migrant dan atau buruh migrant yang kini sudah mau selesai masa kontraknya,baik yang masih di luar negeri maupun yang di dalam negeri. Melalui ini para buruh migrant akan diprogram untuk menjadi pengusaha yang sukses oleh para mentor  dan coach atau pendamping yang professional dan berpengalaman dalam bisnisnya masing-masing. Modal yang cukup dari para buruh migrant harus dioptimumkan secara produktif dan tidak habis untuk konsumsi sesaat.

Selasa, 12 Juli 2011

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN KAUM MARGINAL


PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK KAUM MARGINAL

Kaum marginal adalah kaum yang terpinggirkan dalamkehidupan social. Merka adalah seperti pengasong, tukang pulung barangbekas,pengangguran, tukang semir epatu di terminal atau emperan masjid, atau mereka-meraka yang papa dan tak berdaya melawan ganasnya kehidupan.

Kaum marginal seperrti itu jumlahnya banyak di kota-kota besar negeri ini. Jakarta,Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Denpasar, Makasar dan lain sebagainya merupakan sederetan kota-kota besar dimana banyak kantong-kantong kemiskinan yang sampai saat ini SDM-nya masih termarginalkan. Mereka terus menderita dan tak berdaya karena tak kuasa melawan ganasnya kehidupan kota. Kaum marginal ini menjadi beban berat bagi bangsa ini, maka dari itu patut untuk dicarikan solusinya secara bersama-sama sehingga mereka bisa hidup dengan tenang, bersekolah dengan semestinya, menikmati fasilitas kesehatan secara standar, hidup mandiri dan pada akhirnya mereka bisa survive secara layak sebagai bagian anak-anak negeri ini yang memiliki hak untuk sukses dan merdeka.

PELATIHAN TOT KEWIRAUSAHAAN

PELATIHAN TOT (TRAING FOR TRAINER) KEWIRAUSAHAAN UNTUK GURU KEWIRAUSAHAAN

Dunia pendidikan,khususnya perguruan tinggi dan SMK, di masa datang harus mereformasi diri dan menata kembali paradigm pendidikannya. Ke depan SMK atau PT  bukan sekedar menciptakan lulusannya diterima kerja di satu perusahaan atau instansi namun ke depan harus diarahkan alumninya bisa menjadi pengusaha mandiri. Sejak di sekolah atau kampus itulah wahana yang paling tepat mengkader dan mencetak mereka untuk menjadi calon-calon pengusaha tangguh di masa datang. Maka itu peranan guru kewirausahaan sangat lah strategis ke depannya untuk merubah anak-anak bangsa ini.

Namun demikian ironisnya di SMK sedikit sekali tersedia guru kewirausahaan yang kompeten dan mampu menyampaikan materi-materi kewirausahaan dengan benar. Saat ini kebanyakan guru kewirausahaan mengajar kewirausahaan disamakan dengan mengajar ilmu akutansi atau manajemen sehingga hasilnya murid tidak berubah cara berfikirnya,namun sekedar memenuhi target kurikulum dan kelulusan nilai sekolahnya. Bahkan banyak SMK merekurut guru kewirausahaan karena ybs lulusan akutansi atau sarjana ilmu manajemen, sementara para guru itu tidak punya pengalaman bisnis.

Jumat, 10 Juni 2011

New Entrepreneur


SuperCamp for New Entrepreneur
 
Entrepreneur College dibawah payung hukum Yayasan Penyebar Semangat Indonesia telah berkiprah menyebarklan “virus “entrepreneurship ke berbagai kalangan masyarakat Indonesia lewat berbagai media sejak 6 Agustus 2005. Ribuan orang sudah tercerahkan dengan virus baru itu sehingga banyak orang telah berubah kehidupannya. Kehidupan baru sebagai pengusaha telah terpatri dalam jiwa dan semangat mereka sehingga ,mereka mampu eksis  dan berjuang menggapai mimpi-mimpi bisnisnya. Banyak pengusaha baru telah terlahirkan lewat pelatihan-pelatihan yang senantiasa rutin diselenggrakan lembaga yang sangat konsern pada pendidikan kewirausahaan ini. Efek domino dari terlahirnya banyak pengusaha baru itu maka terciptanya banyak sekali lapangan kerja dan kini banyak tumbuh produk-produk kreatif yang memiliki nilai tambah meramaikan kompetisi pasar yang hypercompetition itu.  Banyak usaha mikro, kecil dan menengah yang terus dibina dan dimotivasi untuk terus berkembang menjadi usaha formal dan berani bersaing dengan sisytem bisnisnya tanggguh.